Uncategorized

Kadinsos Kota Serang Imbau Agar Bijak Dalam Bersedekah

Ilustrasi Gelandangan Pengemis (Gepeng) Sumber Foto : Google









JARRAKPOSBANTEN, SERANG – Kepala Dinsos Kota Serang, Moch Poppy Nopriadi, imbau bagi masyarakat yang hendak bersedekah untuk bijak dalam memilah calon yang akan disodakohi.

“Kami harap masyarakat bisa lebih bijak jika memang ingin bersedekah. Misalkan kalau memang ingin bersedekah kepada orang kurang mampu, bisa melalui Baznas misalnya. Jadi lebih terkoordinir dan ada dampak yang jelas,” ujarnya, kepada jarrakposbanten.com (21/2/2020).

Pemberian sodaqoh kepada Gelandangan dan Pengamen (Gepeng) secara langsung bukanlah cara yang tepat.

“Kalau disalurkannya melalui lembaga yang memang bergerak pada bidang sosial, uang atau sedekah tersebut dapat dijadikan sebagai program pemecahan masalah sosial secara komprehensif, seperti pelatihan bagi Gepeng dan lain sebagainya,” paparnya.

Sambil memberi gambaran akumulasi penghasilan Gepeng yang tersebar di beberapa tempat terutama di Lampu merah, dijadikan ladang yang menggiurkan bagi mereka.

“Kita bisa hitung secara kasar. Misalkan dalam satu jam saja pengemis bisa mendapatkan uang dari hasil meminta-minta sebesar Rp50.000. Dikalikan 6 jam dia mengemis, sudah Rp300 ribu. Dikali lagi sebulan, sudah berapa itu,” ucapnya.

Sampai saat ini, Poppy menjelaskan pihaknya masih belum bisa memberikan sangsi bagi pemberi gepeng secara langsung sebab itu urusan pribadi antar pemberi dengan yang diberi.

“Kami masih belum bisa yah untuk melarang. Karena kan memberikan sedekah kepada yang membutuhkan itu merupakan bentuk kepedulian dan kemanusiaan terhadap sesama. Jadi kami hanya sebatas mengimbau,” ungkapnya.

Pemberian sangsi bagi pemberi, dikatakanya bukanlah solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Meski tanpa ada larangan yang berbadan hukum, Poppy menjelaskan bukan berarti pihaknya memperbolehkan.

“Jakarta itu menerapkan, tapi kan nyatanya tidak efektif juga. Jadi menurut saya jika memang masih belum mengganggu keamanan lingkungan, kebijakan untuk melarang juga belum urgent. Tapi bukan berarti kami memperbolehkan juga yah,” pungkasnya.

Oleh : Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close