Uncategorized

Tingkat Kemiskinan 5,36 dan Penanganan Sampah Masih Belum Maksimal, GMKI Minta Walikota Segera atasi.

Gerakan Mahasiswa Kristen indonesia (GMKI) Cabang Serang usai melakukan audiensi dengan Walikota Serang, Syafrudin di Kantor Walikota Serang, selasa (25/02/2020)

JARRAKPOSBANTEN, SERANG –  Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Serang minta Walikota Serang tekan angka kemiskinan yang mencapai 5,36 persen serta masalah sampah yang masih belum terselesaikan secara maksimal.

“Yang disampaikan tadi itu seputar permasaahan Kota Serang yang sudah  10 tahun lalu, yaitu masalah persampahan, juga kemiskinan yang mencapai 5,36 persen,” ujar Sekertaris Cabang GMKI Serang, Martin Ronaldo Pakpahan, dikantor Walikota Serang, usai audiensi, selasa (25/2/2020).

2 permasalahan yang disoroti oleh GMKI sejak lama hingga kini masih belum terselesaikan oleh pemerintah Kota Serang.

“Belum ada solusi kongkrit,” ucapnya.

Kemiskinan yang menjadi momok menakutkan Ibu Kota Provinsi Banten, seharusnya segera ditangani. Sebagai upaya kepedulian para mahasiswa GMKI, Martin mengusulkan agar Pemkot membuat wirausaha.

“Kemiskinan solusinya kita coba tawarkan untuk membuat kewirausahaan baru, membangun usaha baru yang itu bisa mempekerjakan masyarakat,” paparnya.

Bila itu dilakukan, Kemiskinan Kota Serang yang semula pada 2019 diangka 5,36 persen ditahun 2020 ada harapan untuk menekan hingga 2-3 persen.

Untuk, solusi persampahan yang ditawarkan oleh pihaknya, Martin mendorong agar Pemkot Serang dapat meniru Kota Surabaya.

“Surabaya sampah plastik itu dikurangi, diganti kertas atau tootbag, karena sampah di kita ini masih banyak sampah plastiknya,” ujarnya.

Jika dalam jangka waktu sekitar 2 atau 3 bulan masih saja 2 permasalahan itu tidak ditangani seris, Martin mengatakan dirinya bersama rekan rekanya akan kembali lagi untuk menyuarakan 2 persoalan tersebut.

“Kami akan tetap tetus mengawal, jika tak dijalankan akan kembali ke kantor ini audiensi, atau aksi dalam jangka 2-3 bulan kedepan kita liht,” katanya.

Sementara, Walikota Serang, Syafrudin menjawab bahwa pihaknya tengah gencar untuk menyelesaikan 2 urusan tersebut.

“Kami sudah menjawab, bahwa Kota Serang ini diakui, yang pertama adalah masalah sampah ini sedang penanganan yang serius terutama di daur ulang di tingkat kelurahan, ini juga sudah di lakukan oleh Dinas lingkungan hidup, titik-titik sampah yang liar ini juga sudah kita laksanakan,” paparnya.

Dengan upaya tersebut, Syafrudin berharap kedepan Kota Serang bebas dari masalah persampahan.

Oleh :Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close