Uncategorized

Ibu Kota Banten Masih Zona Kuning Soal Kepatuhan Pelayanan Publik

Ombudsman RI Perwakilan Banten saat menyerahkan dokumen berkas survey Kepatuhan ke Pemkot Serang

JARRAKPOSBANTEN, SERANG – Ibu Kota Provinsi Banten yaitu Kota Serang masih berada di Zona kuning dengan angka 78,35 soal kepatuhan pelayanan publik. Hal itu disampaikan oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten, Dedi Irsan.

“Dari hasil yang kami serahkan tersebut, itu adalah hasil penilaian tahun lalu, survei tahun 2019, baru sekarang diserahkan, Kota yang terakhir yang kami serahkan di Provinsi Banten dan untuk Kota Serang itu masih masuk ke dalam zona kuning, zona kuning itu adalah tingkat kepatuhan sedang-sedang,” ujarnya kepada jarrakposbanten.com, rabu (26/02/2020).

Berdasarkan undang undang nomor 25 tahun 2009 tentang standar pelayanan publik, Survey dilakukan dengan memperhatikan seperti, standar pelayanan, produk pelayanan, jenis pelayanan, persyaratan biaya, jangka waktu, sistem informasi, prosedur sarana pengaduan, sistem informasi prosedur tatacara pengaduan, sarana pengukuran kepuasan pengguna layana, maklumat pelayanan, visi, misi, motto, pelayanan khusus bagi pengguna layanan berkebutuhan khusus, sarana bagi pengguna berkebutuhan khusus, sarana prasarana seperti toilet, loket, atau meja pelayanan ruang tunggu.

“itu indikator-indikator yang harus dipenuhi,” ucapnya.

Dari 7 sampel OPD Kota Serang yang di nilai oleh Ombudsman yaitu DPMPTSP, Disdukcapil, Kesbangpol, Disnakertrans, Distan, Disperindagkop, Dinsos.

“yang masuk zona hijau itu tadi kita melihat DPMPTSP, selebihnya itu masih kuning dan merah, yang merah Dinsos, Kesbangpol, Disnaker, gabungan semua jadilah rata rata kuning,” paparnya.

Kota Serang yang selama 3 tahun berturut-turut masih tak kunjung beranjak dari zona kuning diharapkan Dedi dapat segera memperbaikinya dengan bekerjasama antar seluruh OPD.

“harus ada kerjasama dengan seliruh OPD,” imbuhnya.

Untuk pembagian zona kepatuhan, Dedi mengatakan Ombudsman membagi kedalam tiga kategori berdasarkan peraihan nilai permasing-masing kategori.

“Dengan skor 0-50 itu zona merah, tingkat kepatuhan rendah atau buruk, lalu nilai 51-80 itu masuk ke dalam zona kuning, tingkat kepatuhan sedang, dan zona hijau adalah nilainya 81-100, tingkat kepatuhanya baik,” tungkasnya.

Menanggapi masih belum beranjaknya Kota Serang ke Zona Hijau soal kepatuhan pelayana publik, Walikota Serang, Syafrudin mengakui bahwa OPD di Kota Serang masih minim pelayanan terutama pelayanan untuk orang yang berkebutuhan khusus.

“Paling banyak memang pelayanan di disabilitas, kemudian juga pelayanan ibu menyusui, itu belum maksimal, dan insya Allah di tahun 2021, sesuai Perda disabilitas Kota Serang, ini lagi dalam penyusunan, mudah-mudahan di 2021 sudah bisa memfasilitasi,” ujarnya.

Poin 78,35 ke 81 dikatakan Syafrudin tidak terlalu jauh, para OPD terkait yang masih masuk kedalam zona merah, diharapkanya dapat segera memperbaiki pelayananya.

“Harapan kami ke depan di tahun 2021, penilaiannya ini sudah mencapai 81 keatas, ya artinya sudah hijau,” tungkasnya.

Oleh : Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close