Uncategorized

Di Kota Serang Hanya Ada 15 PPIU yang Berizin

JARRAKPOSBANTEN, SERANG – Kementrian Agama (Kemenag) Kota Serang himbau masyarakat yang hendak melakukan ibadah Umrah ke Arab Saudi agar memilih Travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang sudah berizin.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementrian Agama Kota Serang, Deni Rusli, mengatakan, Travel Umrah/PPIU yang memiliki izin hanya ada 15 PPIU baik yang kantor pusatnya di Kota Serang maupun Kantor Cabangnya.

“Travel itu ada 2, pertama ada Travel yang kantor pusatnya yang ada di Kota Serang, sudah berizin dari Mentri Agama yaitu direktur jendral PHO yaitu Rachmatoellah Alam Semesta, dan Munir Imanai dan untuk yang cabang itu ada Attin Nabila Utama, Cahaya Ka’bah Al Haramain, Apriliya Darma Wisata, Arrahman Berkah, Indonesia, Bahtera Sukses Sejahtera, Arminareka Perdana, Alfa Kaza Mustika, Patuna, Pradana Grasindo, Mabrour Tour and Travel, Rihlah Alatas, Gaido Azza Darussalam, Radian itu cabang dan sudah ber SK Kanwik,” ujarnya kepada Jarrakposbanten.com, selasa (10/3/2020).

Diluar travel tersebut yang ada di Kota Serang adalah bodong karena belum memiliki izin resmi dari pemerintah. Sementara, Kemenag Kota Serang, saat ini tengah mengantongi beberapa nama travel belum berizin yang disinyalir beroperasi.

“Tapi maret ini saya akan turun kelapangan untuk memberesi yang itu, ada Amsa Nur di cipocok izin pusatnya ada tapi belum ngurusin cabang, Ajib Tour serta Rahmatan Wa Ni’mah itu belum berizin,” paparnya.

Pelarangan operasi bagi travel yang belum mengantongi izin dikatakan Rudi sesuai dengan aturan yang tertulis dalam peraturan Kemenag.

“Tidak boleh karena tidak berizin, jelas Ko di PMA 2018 ada pidananya bisa dibuka disitu,” sambungnya.

Bagi masyarakat yang hendak melaksanakan umroh ad 5 pasti umroh yang perlu diperhatikan agar terhindar dari praktik praktik pihak yang tak bertanggung jawab.

“Pertama, pastikan travelnya berizin, kedua, pastikan jadwal penerbanganya, pesawat apa, yang ketiga, pastikan jadwal ibadahnya, yang ke empat, pastikan hotelnya, baik yang di Mekah maupun di Madinah, yang ke lima, pastikan visa umrohnya, dengan memastikan 5 itu pasti aman umroh itu,” paparnya.

Deni meminta, para PPIU yang belum memiliki izin namun tetap beroperasi menerima jemaah yang hendak melaksanakan umroh agar menhhentikan praktik-praktik tersebut karena melanggar ketentuan.

“Kepada yang BPW yang masih menerima pendaftaran umrah tolong hentikan jangan melakukan praktik peaktik itu karena melanggar ketentuan sebagaimana telah diatur di PMA No. 8 tahun 2018,” pungkasnya.

Oleh : Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close