Wed. Jan 27th, 2021

Pengamat Politik Sebut Anggaran Perjalanan DPRD Pandeglang Boros

2 min read

Pandeglang – Direktur Eksekutif Indonesia Political Riview (IPR) Ujang Komarudin menyoroti anggaran perjalanan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pandeglang yang menelan angga sebesar Rp.44 Miliar. Kata Ujang, di saat situasi pandemi virus corona atau Covid-19, anggaran tersebut sangat melalukan pemborosan.

“Kalau anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat-red) memiliki sense of crisis, anggaran perjalanan yang menelan Rp.44 Miliar jelas merupakan pemborosan.”kata Pengamat Politik dari Direktur Eksekutif Indonesia Political Riview (IPR) Ujang Komarudin kepada awak media, Jum’at 27 November 2020.

Lanjut Ujang, pihaknya menyayangkan agar anggaran sebesar Rp.44 Miliar tersebut dapat digunakan untuk keperluan yang lebih penting seperti pembangunan infrastruktur jalan rusak dan berlubang di Pandeglang. Ujang tak, memungkiri bahwa membuat Peraturan Daerah (Perda) itu juga penting. Namun, kata Ujang, jika hanya menyusun Raperda dengan angka yang tinggi, itu bisa memunculkan kecurigaan masyarakat.

“Saat pandemi virus corona, tak sewajarnya menggunakan anggaran sebesar itu. Nantinya malah bisa memunculkan kecurigaan di masyarakat dan penegak hukum. Idealnya untuk anggaran perjalanan membuat Raperda cukup 5-10 Miliar.”ucap Ujang Komarudin yang juga merupakan Dosen dari Universitas Al-Azhar tersebut.

Sebelumnya, muncul beritakan di media sosial terkait angka perjalanan dinas DPRD Pandeglang yang mencapai Rp.44 Miliar selama tahun 2020. Anggaran tersebut, digunakan anggota legislatif untuk sejumlah kegiatan seperti menyusun Rencana Kerja (Renja) DPRD dan evaluasi kinerja DPRD.

“Ada empat Raperda yang dihasilkan saat ini, seperti perubahan PDAM Tirta Berkah Pandeglang yang menjadi Perumdam Tirta Berkah, Raperda Arus Kesetaraan Gender, Raperda Prlndungan Anak, dan Raperda Inisiatif DPRD tentang penyelenggaraan kepemudaan dan Keolahragaan.”ujar Sekertaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Pandeglang Andi Kusnadi.

Menurut Andi, saat ini, DPRD Pandeglang baru mengikuti lima (lima) perjalanan dinas. Kata Andi, berdasarkan rencana dalam setoap bulan, mereka akan melakukan tiga (3) kali perjalanan dinas. Baik itu ke luar daerah maupun daerah.

“Sebulan itu ada tiga klai dalam daerah, Jabar (Jawa Barat -red) sama luar Jabar. Kalau kita hitung, palingan lima.”terang Andi.

Ditambahkan Andi, pihaknya belum bisa memastikan berapa perda yang akan disahkan selama 2020. Kata Andi, kemungkinan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di Kabupaten Pandeglang.

“Pembahasanya itu perda inisiatif DPRD, Pokir dan Perda inisiatif Pemda. Sampai akhir tahun, saya juga belum tau ada berapa.”jelas Andi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *