Fri. Feb 26th, 2021

MELAWAN KRIMINALISASI DENGAN EKSEPSI

2 min read

Sidang perkara Pembacaan Eksepsi atau nota keberatan terhadap Surat Dakwaan atas aksi 9 aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi GEGER BANTEN Menolak Omnibus Law kembali digelar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang pada Senin, 25 Januari 2021.

Agenda sidang kali ini merupakan Pembacaan Nota Pembelaan/Eksepsi oleh Tim Kuasa Hukum yang memuat beberapa keberataan atas Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan Sidang terbuka untuk umum.

Tim Kuasa Hukum yang dalam hal ini di-kuasai oleh Tim Hukum dan Advokasi LBH Rakyat Banten mengajukan eksepsi atau keberatan ini didasarkan pada hak Terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 156 ayat (1) KUHAP. ” Dalam hal ini maka Penuntut Umum selaku penyusun Surat Dakwaan harus mengetahui dan memahami benar kronologis peristiwa yang menjadi fakta dakwaan, apakah sudah cukup berdasar untuk dapat dilanjutkan ke tahap pengadilan ataukah fakta tersebut tidak seharusnya diteruskan karena memang secara materiil bukan merupakan tindak pidana”. Ujar Pengacara Publik LBH RB Rizki Arifianto

Di luar persidangan, setelah Pembacaan Nota Keberatan/ Eksespsi Tim Advokasi Bantuan Hukum, Abda Oe Bismillahi mengatakan bahwa ” Penasehat hukum mengajukan Nota Keberatan/ Eksepsi ada 3 (tiga) hal yaitu: 1. TERDAKWA TIDAK DI DAMPINGI OLEH PENASEHAT HUKUM

  1. BERITA ACARA PEMERIKSAAN YANG DIDAPATKAN DENGAN CARA MELAWAN HUKUM
  2. SURAT DAKWAAN BERTENTANGAN DENGAN KUHAP.” Pangkas Abda

Lanjutnya Abda mengatakan bahwa ” Melalui uraian Nota Keberatan ini kami mengajak majelis hakim yang terhormat dan jaksa penunutut umum bisa melihat permasalahan secara menyeluruh (komprehensif) dan tidak terburu-buru serta bijak, agar dapat sepenuhnya menilai ulang Dakwaan Para terdakwa dalam perkara ini dan kami selaku kuasa hukum juga memohon kepada Majelis Hakim dalam Perkara ini untuk memberikan keadilan hukum yang seadil adilnya.” Tambah Abda.

Setelag sidang Moch Sarifain sebagai Pengacara Publik LBH Rakyat Banten menembahkan keterangan berikut ” Bahkan dalam BAP Para Tersangka yang didapat terdakwa terdapat kejanggalan, dimana judul dari BAP adalah BAP Tersangka, namun pada isi BAP, masih digunakan terminologi saksi, seperti didengarkan keterangannya sebagai saksi, sehingga kecacatan penyidikan berujung pada kecacatan dakwaan yang tidak teliti dan lengkap.” Pangkas Sarifain.

Terpantau dalam ruang persidangan, solidaritas yang dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai berbagai kampus memenuhi ruangan persidangan. Selanjutnya, sidang lanjutan berupa tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum akan diagendakan pada hari Senin, 1 Febuari 2021, pukul 13.00 WIB.

Serang, 25 Januari 2021

Narahubung,

1. Ahmad Maulana (Humas Aliansi #GEGERBANTEN) 0878-0010-9014

2. Abdaoebismillah (Tim Hukum dan Advokasi LBH Rakyat Banten) 0812-9385-6381

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *