Banten

Mahasiswa Diduga Kesetrum Saat Demo, Sekda Lebak Mengaku Prihatin dan Bilang Begini

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso.

LEBAK – Terkait adanya dugaan mahasiswa terkena sengatan listrik saat memegang Gerbang Kantor Pemda Lebak ketika melakukan aksi unjuk rasa pada Senin, (11/4) ditanggapi Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak Budi Santoso.

Ia mengaku turut perihatin atas peristiwa tersebut dan berharap ketika mahasiswa atau siapapun yang melakukan aksi unjuk rasa dapat berjalan dengan damai dan kondusif.

“Saya ikut prihatin atas musibah yang menimpa adik mahasiswa yang demo kemarin, dan Pemda Lebak menanggung semua biaya pengobatan di RSUD Adjidarmo. Jika pintu gerbang gak di dorong insya Allah tidak akan ada yang kesetrum. Saya harap ke depan siapapun yang melakukan aksi unjuk rasa dapat tertib, damai dan kondusif. Karena yang terpenting itu aspirasinya tersalurkan dan sampai sesuai harapan,”tegas Sekda Lebak Budi Santoso pada awak media, Selasa (12/4/2022).

Kata Budi, peristiwa tersebut atau adanya dugaan mahasiswa tersengat listrik itu mungkin karena adanya gesekan pagar yang didorong hingga mau roboh dan menyentuh pohon.

“Sebenarnya pintu pagar gak akan nyetrum kalau pintunya gak di dorong dorong sampai akhirnya mau roboh dan menyentuh pohon yang ada jaringan kabel lampu taman. Kemungkinan besinya menekan kabel dan lecet, kondisi hujan jadilah kesetrum. Anggota satpol PP juga dua orang kesetrum. Itulah, saya bilang kalau mau demo silakan saja, tapi kalau sampai merusak fasilitas umum apalagi menimbulkan bahaya begini akibatnya,”pungkasnya.

Budi berharap, ke depan, siapapun yang melakukan aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasinya dengan suka hati, tapi jangan sampai anarkis.

“Ke depan Siapapun kelompok manapun jika demo menyampaikan aspirasi silakan saja, karena itu diatur Undang Undang, tapi tidak boleh anarkis apalagi sampai merusak fasilitas umum dan fasilitas negara yg dibangun dari uang rakyat. Karena itu bisa mengakibatkan kerugian dan terlebih bisa menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai demo mengatasnamakan aspirasi rakyat tapi merusak fasilitas yang dibangun dari uang rakyat,”ujarnya.

 

(*Re/ RED)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button